Ways To Turn Your Passion Into Extra Income

Work & Finance
background image by: kellybrownphotographer.com

background image by: kellybrownphotographer.com

Perkembangan teknologi dan maraknya entrepreneurship di masa ini, kamu bisa melakukan banyak hal di waktu bersamaan. Kamu bisa membuka usaha kecil-kecilan (atau bahkan besar) meskipun kamu bekerja full-time di tempat lain. Teknologi dapat membantumu untuk menambah pendapatanmu.

 

Hal yang lebih baik dari itu ada pada bahwa di era sosial media ini, kita bisa melakukan eksperimen terhadap sesuatu yang kita sukai, dan sekaligus menambah pemasukan ekstra dari hal tersebut. Misalnya, jika kamu memiliki hobi memasak sekarang bisa dengan mudah menjual makanan tanpa perlu modal besar untuk buka toko atau depot, cukup promosi lewat Instagram atau broadcast message di grup Whatsapp & Line.  

 

Sounds easy, right? Permasalahannya ada di bahwa nggak semua dari kita mengerti langkah-langkah bagaimana harus memulainya. Scroll down to read what to do first and next, to gain extra income from your passion.

 

#1 Define your passion, and be good at it

First thing first, you gotta have a well definition of what your truly passion is. Kalau masih bingung dan merasa ada beberapa hal yang kamu suka dan ingin lakukan sekaligus, maka kamu harus menentukan salah satu yang terbaik. Sebagai contoh, kamu suka melukis dan fotografi. Tentukan yang mana yang paling kamu inginkan, dan pastikan hasilnya cukup baik untuk dikomersilkan. Mulailah dari menekuni satu jenis terlebih dahulu.

 

#2 Define your market

Because you are going to sell it, and ask people to buy it, you have to define your target market. Target pasar dalam hal ini dapat berupa segmentasi usia, jenis kelamin, atau tempat. Menentukan target pasar akan memudahkan kamu dalam promosi dan pemasaran. Sebagai contoh misalnya, kamu ingin menjual kue buatanmu sendiri. Kepada siapa kamu hendak memasarkan kue tersebut? Apabila kamu ingin memulainya dengan memasarkan kepada teman-teman kantor, maka kamu dapat menentukan harga yang sekiranya dapat dijangkau.

 

#3 Be open to feedbacks

It is good to be open to feedbacks before you begin. Coba minta pendapat tentang produk yang akan kamu jual kepada keluargamu. Atau kamu juga bisa minta temanmu untuk memberikan masukan kemasan dan harga dari produk yang akan kamu jual. Dari semua masukan yang kamu dapat, pilah lagi mana masukan yang sekiranya berdampak terhadap penjualanmu nanti. Kamu dapat memilih beberapa orang yang kamu percaya dan memiliki selera atau pengetahuan yang baik mengenai produk sejenis yang akan kamu jual, dan meminta mereka memberi masukan.

 

#4 Have courage to try and enjoy the process

Setelah semua langkah diatas, hal terakhir yang kamu perlu lakukan adalah keberanian untuk mencoba yang lebih besar daripada ketakutanmu untuk gagal. What if it’s failed? What if people don’t like my products? Segala yang kamu perlu tanamkan di dalam pikiranmu adalah bahwa akan selalu ada resiko dalam semua hal yang kita lakukan, tinggal bagaimana kita menghadapinya. There will be hard times introducing the products, but as you keep doing it you will understand that that is just the process you gotta enjoy.

Contributors

Karlina Wahyu Kristiani